Berburu Keramik Murah Sisa Ekspor di Kota Malang

Pengen makan dan minum pakai peralatan yang unik dan lucu, coba maen ke sini. Ini ruko isinya pecah belah keramik. Tempatnya diapit antara Bank Jatim Syariah dan Pia Mangkok, Ruko Grand No.Kav. 115, Jl. Soekarno Hatta, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Ini kompleks ruko menghadap Selatan, sederetan dengan Bakso Kota Cak Man.

Karena konon ini sisa ekspor, secara kualitas, menurutku oke banget. Kuping cangkir/mug tidak gampang patah. Mangkoknya juga akhirnya pecah setelah beberapa kali jatuh dari meja rendah. Ramekinnya juga tahan panas setelah berkali-kali digunakan khususnya saat bikinin MPASI Mikhail dulu. Hanya saja, secara permukaan/tampilan, kadang ada yang gumpil atau bentuk gak simetris. Juga ada piranti makan minum yang berdebu tebal tapi masih bisa dihilangkan kok.. Jadi pinter-pinternya kita teliti dalam memilih.

Sejauh yang kulihat, di sini tersedia mug, cangkir+tatakan, piring makan aneka ukuran, piring hias, mangkok aneka ukuran, piring saji aneka ukuran, dengan macam-macam warna. Saranku sih, jika menemukan yang unik dan cocok, langsung beli saja karena tidak selalu barang itu masih ada jika ingin kembali. Jadi berhati-hatilah menjaga mata dan dompet ya hehe

Aku kenal toko ini lama sekali. Jika benar ini adalah lapak semi permanen yang buka tidak jauh dari lokasi sekarang, berarti nyaris 10 tahun sudah mengenalnya. Setelah ruko ini dibangun dan pindah ke sana, penataan juga interior di dalamnya belum serapi dan senyaman sekarang. Kini lebih asyik jika mau pilih-pilih barang lebih lama. Di dalam juga ada tangga ke lantai bawah. Hati-hati saat turun ya 🙂

Oya, ini menurutku ya, karena gang antar meja ini sempit, sebaiknya ke sini bawa tangan kosong alias jangan menggendong tas besar apalagi bawa bocah. Sungguh ngeri membayangkannya jika sampai menyenggol tumpukan mug nan menjulang hiks…

Soal harga, relatif ya.. Asal bisa beli berarti terjangkau hehe.. Kalau kulihat, gelas/mug mulai 10 ribu dan mangkok mulai sekitar 15 ribu. Masuk kategori keramik murah kan? Kalau piring, aku jarang beli. Lebih sering kedua item itu yang kubutuhkan. Di sini juga ada sendok-garpu tebal macam standar resto. Aku sempat beli buat diri sendiri karena emang enggak enak makan pakai sendok tipis haha..

Untuk pembayaran, di sini masih manual banget. Mas penjaganya akan menghitung tanpa ada catatan/nota. Jadi kita gak bisa cek lagi harganya kalau misal ada orang menanyakan harganya. Tidak ada mesin EDC juga, jadi kudu menyiapkan uang cash untuk membayar (lalu langsung pakai hand sanitizer sendiri ya, di sini gak kelihatan menyediakan). Untuk packingnya, barang dibungkus pakai kertas lalu plastik. Hati-hati sendiri ya saat membawa pulang. Aku kurang tahu apa di sana juga tersedia packing kardus.

So, bagi yang ingin lihat sendiri, silakan datang ya.. Jika gak punya kendaraan pribadi atau pas pengen naik angkot, tempat ini kelewatan angkot ABG. Lokasi rukonya juga asyik karena banyak tempat makan yang kalian bisa datangi jika kelaparan melanda. Selain makan bakso, kalian bisa makan nasi ayam krispi atau menyeberang minum kopi. Selamat berburu yaaa 🙂