Aplikasi Digital Yang Memudahkan Hidupku

Sebagai bagian dari emak milenial di zaman digital, aneka aplikasi Google Play turut serta memudahkan hidup seperti berbelanja, melakukan transaksi perbankan, pesan antar makanan, pesan tiket bioskop, dan lain-lain. Sepertinya yang tinggal di kota atau masyarakat urban, sudah familiar dengan beragam teknologi yang bertujuan mempermudah hidup.

Entah aplikasi ini jadi sangat membantu atau malah membuatku lebih malas namun rasanya inilah keniscayaan hidup hari ini. Bagiku penggunaan aplikasi ini perlu dibarengi dengan kemampuan memilih dan memilah serta kesadaran untuk tetap sehat, cerdas, dan cermat sebagai bagian dari kemampuan berliterasi digital.

Yuk kita berbagi aneka aplikasi yang sudah membantu hidup. Selain aplikasi bawaan HP berbasis android yang kugunakan, berikut adalah aplikasi yang sering kugunakan dalam sehari-hari.

Keuangan dan Perbankan

Aku menggunakan jasa dua bank yaitu aplikasi internet banking dan mobile BRI dan internet banking BCA. Sebelum kenal BRI Mobile, aku menggunakan internet banking BRI yang setiap nomor tokennya dikirim menggunakan sms. Ini bikin pulsa cepet habis dan kadang ada jeda sehingga transaksi jadi batal. Sejak pakai BRI Mobile, password transaksi bisa cukup mengetikkanannya. Untuk sekarang, tidak banyak transaksi yang kugunakan kecuali transfer sesama BR dan mengecek posisi keuangan dalam tabungan.

Nah kalau internet banking BCA, ini jadi andalan sekali untuk transfer sesama BCA, membeli token listrik, membayar internet bulanan, di samping yang terbaru membeli obligasi ritel. Juga sebagai sumber pengisi dana di marketplace macam Shopeepay atau Ovo. Enaknya pakai internet banking BCA, jaringannya luas. Jadi bayar apa-apa lebih mudah. Cuman gak enaknya, di sini menggunakan token fisik. Jangan sampai hilang atau salah masukin password sebanyak 3 kali. Untuk keamanan menuliskan token sampai dua kali. Satu sisi merasa lebih aman tapi ya agak ribet gitu. Apalagi harus mendaftarkan nomor rekening tujuan baru juga perlu menggunakan token.

FLIP. Aplikasi ini sangat berguna jika kita sering mengirim uang ke rekening bank lain yang tidak kita punyai sehingga menimbulkan biaya transfer. Walau berkisar Rp 6.500 tapi dalam sehari lebih dari sekali, kan berasa tekor kan? Nah inilah jasa si FLIP sebagai perantara antara kita dan pihak bank yang dituju. Jadi mekanismenya, kita transfer ke nomor rekening yang sama dengan FLIP lalu FLIP akan meneruskannya melalui rekening miliknya yang sama dengan yang kita tuju. Selama dalam sehari minimal transaksi Rp 10 ribu dan di bawah 5 juta rupiah, kita masih bebas dari biaya. Jika lebih dari itu hingga batas maksimal sebesar 20 juta rupiah, FLIP akan mengenakan biaya transfer 2.500 rupiah.

Oya, saat kita mengirim uang ke rekening FLIP, kita akan diberi 2-3 angka unik yang digunakan untuk mempermudah pengecekan. Nantinya, kode unik ini akan kita akumulasi hingga minimal mencapai 10 ribu, bisa kita rupakan untuk membeli pulsa handphone. Yang lebih menyenangkan, jam kerja FLIP kini setiap hari mulai jam 07.00-20.000.

LinkAja. Aplikasi ini kupunya gara-gara untuk membayar tiket kereta api yang kupesan online, salah satu media pembayarannya adalah LinkAja, Jadi seringnya tidak digunakan jika tidak pesan tiket meski kulihat ada fitur lain yang bisa kugunakan seperti membeli pulsa/data, token listrik, tv kabel, dan lain-lain. Oya, aku pernah sekali beli mie ayam dan membayar dengan aplikasi ini hehe…

Money Manager. Ini adalah aplikasi yang baru kumiliki dua bulanan sebagai medai pencatatan digital arus kas harian rumah tanggaku. Aplikasi ini sangat membantu karena di akhir bulan, akan menunjukkan persentase akun pengeluaran dan pemasukan. Jadi akan kelihatan berapa persen yang sudah digunakan untuk kebutuhan harian, tabungan dan investasi, sedekah, hiburan, dan lain-lain.

Baca juga: Brainstorming Mengelola Keuangan Keluarga

Buat yang sedang belajar perencanaan keuangan sepertiku, aplikasi ini sangat membantu untuk mengetahui berapa pengeluaran bulanan rata-rata kita. Setidaknya kita jalankan dulu selama tiga bulan. Jadi jika nantinya akan merencanakan biaya pendidikan anak, dana darurat, atau dana pensiun, setidaknya punya gambaran tepat untuk memenuhinya.

Belanja

Ada beberapa yang kugunakan yaitu Shopee, Tokopedia, dan My Super Indo. Melalui Shopee, aku sering menggunakan untuk belanja online segala kebutuhan dari atas kepala dan isinya (beli buku :D) sampai ujung kaki dan keperluan rumah tangga lainnya. Senangnya belanja melalui platform ini adalah pilihan penjualnya banyak sehingga harga kompetitif dan sering ada promo ongkos kirim (ongkir) nol rupiah. Setidaknya subsidi ongkir 10-20 ribu lumayan membantu untuk meminimalisir biaya kirim terutama dari Jakarta dan Jawa Barat. Tapi aku juga sering pakai trick dengan menggunakan filter wilayah dengan melokalisir di Jawa Timur. Apalagi di masa pandemi begini, intensitas belanja online lumayan sering. Juga, cara mengoperasikannya juga user friendly. Awal-awal memang kagok tapi lama kelamaan akan nyaman bahkan bisa kebablasan hahhaa

Kalau Tokopedia, kugunakan untuk transaksi pembayaran layanan publik seperti membayar tagihan PDAM bulanan, internet, dan pajak tahunan kendaraan di Jawa Timur. Kalau belanja, aku kurang suka ke sini. Bagiku tampilannya kurang sip dan sepertinya susah dapat promo ongkir. Entah dimana harus memasukkan promo ongkirnya. Tapi Tokopedia sering menawarkan cash back yang masuk langsung ke Ovo dan ini menariknya makanya aku masih mempertahankan aplikasi ini.

My Super Indo adalah aplikasi belanja online khusus member Superindo. Yang paling kusukai di sana adalah adanya “promo saya” di luar promo toko. Kalau kebetulan ada barang kebutuhan yang masuk dalam promo itu, rasanya senang dong..Soalnya harganya jadi lebih murah. Jangan lupa, jika Anda member supermarket itu, pindai kartu elektronik member yang ada dalam aplikasi untuk mendapatkan diskon-diskon toko lainnya.

Neo HOTS. Sebagai investor saham, aku bergabung di Mirae Sekuritas. Aplikasi untuk menjangkau Bursa Efek Indonesia yaitu melalui apilkasi ini. Di situ kita akan melihat pergerakan saham yang diperdagangkan berikut bertransaksi baik membeli atau menjual saham.

Media Sosial

Facebook. Medsos satu ini adalah yang paling lama kumiliki sejak tahun 2008. Di sini, segala aktivitas berikut curhat dijadikan status. Tapi sejak setahun belakangan ini, mulai mengurangi intensitas menulis dan bermain di sini. Tetap diisi tapi sekedar saja hehe

Instagram. Kalau yang ini, menurutku idealnya sebagai medsos yang perlu dikelola dengan baik karena berbasis tampilan visual. Aku masih belum optimal menggarapnya. Rasanya banyak betul yang harus dipelajari dan ini butuh energi besar

Pinterest. Aplikasi ini menurutku tempat paling menyenangkan untuk cuci mata. Selama ini sering melihat ide-ide berkebun atau tanaman, model pakaian, aktivitas anak di sini. Aku hanya mengumpulkan saja yang dianggap menarik tapi belum pernah sekalipun posting hasil karyaku hehe

Telegram X. Pasang aplikasi ini awalnya karena terpaksa haha… Sebagai anggota komunitas yang sering mengadakan pertemuan, Telegram menawarkan ruang yang lebih lega. Namun karena selama ini masih nyaman menggunakan Whatsapp, Telegram jarang digunakan untuk berkomunikasi intens meski sudah banyak teman yang menggunakan. Kalau mau mengulas kelebihannya, di sana banyak sekali channel film yang bisa ditonton gratis jika ingin ya hehehe

Whatsapp. Siapa yang hari ini tidak memasang aplikasi pengganti SMS ini? Asal memiliki paket data internet, kita bisa bersilaturahim kemana pun baik melalui tulisan, gambar, video, suara, atau setor wajah 😀 Apalagi sekarang ya sudah bisa video call berdelapan orang, semakin nyaman menggunakan aplikasi gratis ini. Banyak teman juga menggunakan versi bisnis aplikasi ini untuk membantu usahanya.

Lainnya

Al Quran Indonesia. Aplikasi ini paling nyaman kugunakan karena selain tidak terlalu besar kapasitasnya, fiturnya melengkapi kebutuhanku. Tulisan arabnya dilengkapi dengan penanda tajwid, bahasa latin Indonesia dan artinya. Selain itu terdapat fitur membaca Al Qur’an berdasarkan nama surat atau juz, terdapat jadwal salat, arah kiblat, dan fasiitas penyimpanan terakhir baca. Sangat praktis kalau kita bepergian kemana pun dan ingin membaca Al Qur’an kapan pun.

KAI Access. Aplikasi wajib jika ingin mudik terutama ke Banyuwangi atau ke Purwokerto. Sayangnya sejak pandemi, belum pernah mudik lagi sehingga aplikasi ini mangkrak 🙁

Mobile JKN: Sebenarnya aplikasi ini berguna-gak berguna karena saat itu belum bisa digunakan misalnya antre ke faskes pertama. Tapi dulu pernah sangat memudahkan saat pindah faskes pertama tanpa harus mendatangi kantor BPJS Kesehatan dan hanya pindah melalui aplikasi. Sekarang sudah banyak fitur-fiturnya cuman belum pernah coba pakai.

Zoom. Ini kusebut sebagai aplikasi pandemi covid-19 karena awal kemunculannya untuk memfasilitasi pertemuan tanpa kontak fisik. Publik sempat menganggap aplikasi ini bermasalah karena membawa virus dan lain-lain. Nyatanya sampai sekarang masih eksis dan paling banyak digunakan dibandingkan Google Meet misalnya. Jika ingin meningkatkan fasilitasnya seperti jumlah peserta dan waktunya, bisa menggunakan Zoom berbayar. Oya, bisa loh menggunakan Zoom tanpa batas, tanpa mati setiap 40 menit, yaitu dengan login menggunakan email baru dan setahuku bisa digunakan untuk 2 kali login. Lebih dari 2 kali login, akan berlaku berhenti di 40 menit. So, jika ingin bisa pakai Zoom gratis tanpa batas waktu, rajin-rajin bikin email baru ya hehe…

Dari sekian aplikasi milikku, mana saja yang sama? Adakah aplikasi yang ingin kalian coba? 🙂