5 Cara Agar Tubuh Lekas Pulih Selama Sakit di Rumah

Tidak selamanya tubuh kita sehat. Kelelahan, stress, terlalu banyak terpapar polutan, atau pola makan tidak sehat membuat kekebalan tubuh menurun hingga jatuh sakit. Namun tidak semua penyakit perlu mendapat perawatan di rumah sakit dan bisa dilakukan di rumah.

Tentu saja, jika kita merasa semakin parah dan tanpa ada perubahan dalam tiga hari, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Adakalanya, beberapa penyakit yang diderita dari penyebab di atas seperti influenza, radang tenggorokan dengan gejala demam, sakit kepala, persendian ngilu, dll cukup dirawat mandiri di rumah.

Saat tubuh sakit, segala aktivitas rutin akan terhenti. Namun, usahakan jika tidak berhenti sama sekali dari rutinitas seperti di bawah ini agar membantu pemulihan tubuh lebih cepat.

1. Cukup Istirahat

Berilah kesempatan tubuh untuk istirahat penuh. Anggap sakit sebagai cara untuk mengumpulkan kembali energi yang selama ini digunakan tanpa henti. Buatlah cara agar tubuh banyak-banyak tidur dan otak tenang tanpa memikirkan apapun.

Ada kalanya saat sakit, kita sedang dalam keadaan penuh deadline atau memiliki tanggung jawab dengan pihak lain. Cobalah bernegosiasi dan secepatnya akan menyelesaikan jika tubuh kembali pulih. Minta bantuan rekan lain mengambil alih sementara tanggung jawab kita atau jika tidak ada yang bisa dimintai bantuan, bekukan sementara aktivitas Anda.

Usahakan selama istirahat, kondisi rumah tetap tenang dan nyaman. Bukalah jendela agar sinar matahari masuk dan sirkulasi udara berjalan dengan baik.

2. Makan Teratur

Meski lidah pahit, indera perasa kita tak berhasil membangkitkan rasa lapar, namun cobalah memaksa untuk tetap makan walau hanya 2-3 sendok secara teratur. Di lain waktu, saat sudah mulai terasa nyaman, tambahkanlah porsinya. Jadikan makan dengan layak adalah motivasi agar tubuh cepat pulih.

Makanlah menu dan tekstur yang sesuai dengan tubuh kita. Jika lambung hanya cocok dengan makanan lembut, makanlah itu walau tidak suka. Jauhi dulu makanan pedas atau yang mengandung rempah sangat kuat selagi sakit.

3. Minum Obat yang Sesuai

Saat sakit dan memeriksakan diri ke klinik, dokter akan meresepkan obat dan/atau vitamin yang harus diminum teratur. Patuhilah dosis, jam waktunya, atau ketentuan lain minum obat. Jangan menunda minum obat. Sama seperti makan, jadikan minum obat sebagai alasan penyemangat segera sehat.

Jangan lupa periksakan kembali/kontrol jika obat sudah habis namun gejala masih ada atau diminta dokter datang kembali. Ikuti saran dokter demi memastikan progres kesehatan tubuh kita.

4. Tetaplah Mandi

Ada mitos yang berkembang di masyarakat jika saat sakit tidak baik untuk mandi. Tentu hal itu sesuai bagi yang mengalami luka di tubuh yang barangkali perlu treatment khusus saat membersihkan badan seperti tidak boleh kena air sehingga kita cukup menyeka tubuh saja.

Selama sakit namun kita masih bisa berjalan dan tidak ada alat medis yang menempel di tubuh, cobalah tetap mandi, walau sehari sekali. Terutama saat demam, banyak keringat membanjiri tubuh kita. Tentu sangat tidak nyaman dengan bau tubuh dan keringat. Justru dengan tidak dibersihkan, tubuh akan rentan dengan penyakit kulit seperti ruam dan gatal-gatal.

Mandilah saat tubuh sedang nyaman. Pasti dalam 24 jam kita sakit, ada masa nyaman sejenak misalnya setelah beberapa saat merasakan efek minum obat. Mandi dengan air hangat, jika perlu keramas agar rambut juga bersih dan enteng di kepala. Jangan lupa pula menyikat gigi. Lakukanlah semua dengan cepat tapi bersih. Segera keringkan tubuh dan rambut. Lalu gunakan minyak penghangat tubuh jika merasa perlu agar tidak kedinginan dan segera mengenakan pakaian. Jika merasa butuh, boleh juga semprotkan body mist/cologne beraroma lembut menenangkan setelah mandi. Percayalah, tubuh fisik yang bersih dan segar akan lebih mempercepat pemulihan tubuh kita.

5. Menjalankan Ibadah Harian Sesuai Kemampuan

Sakit bukanlah alasan untuk tidak beribadah. Caranya tentu tinggal menyesuaikan kemampuan tubuh kita.  Dengan beribadah selama sakit, kita akan tetap merasa terhubung dengan Sang Pencipta dengan doa-doa yang kita panjatkan. Bagaimana pun sakit pun bisa dianggap rezeki karena menghentikan sementara kita dari rutinitas dan ajang introspeksi diri untuk melihat yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.

Sakit bukanlah akhir segalanya dan menjadi waktu jeda sejenak dari rutinitas hidup kita. Jangan sampai tubuh kita sakit, jiwa kita pun turut menderita. Yang jelas, hati yang gembira adalah obat. Tetaplah berpikiran positif sehingga mampu merasakan hidup sehat adalah nikmat dan berkat bernilai dari Yang Maha Kuasa.

Facebook Comments