Pakai Menstrual Cup? Aku sih Gak Takut 😎

Spread the love

Selama ini, kalau datang bulan, perempuan pasti pakainya pembalut baik sekali pakai atau yang bisa dicuci ulang (menstrual pad). Kalau di luar, orang juga terbiasa pakai tampon, yang di sini tidak terlalu ngetreni. Dan sekarang, apakah kepikiran menggunakan seperti cawan (cup) terbuat dari lateks sebagai pengganti pembalutmu? 😁

Sejak Desember tahun lalu, akhirnya aku memberanikan diri membeli menstrual cup sebagai pengganti pembalut. Selama ini, aku menggunakan menspad yang bisa dicuci-pakai ulang. Tau sendiri ya ribetnya hehe..Butuh air cukup banyak dan perlu sinar matahari jika ingin cepat kering. Aku sudah lama meninggalkan pembalut sekali pakai sejak anakku yang pertama kupakaikan clodi (cloth diaper)/ popok kain reusable.

Ini nih penampakan menstrual cup. Yang belum pakai, mesti ngeri duluan ya 😀

Kenapa sih pakai menstrual cup?
Ini jawabannya: lebih sehat, lebih “hijau”, dan lebih murah 😍
Lebih sehat karena gak pakai pestisida dan pemutih yang memicu aneka penyakit reproduksi. Lebih go green karena gak bikin sampah pembalut yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) atau bahkan di sungai/laut 😔
Dan secara ekonomis, jatuhnya per bulan jadi lebih murah karena gak perlu beli pembalut selama 10 tahunan! Atau gak perlu habiskan banyak air untuk mencuci menspad. Cukup punya 1 dengan perawatan yang mudah. Cocokbuat emak perhitungan eh hemat kayak aku ini lah hahaaa

Aneka macam merk. Pastikan beli yang ori ya

Aku pakai merek Mooncup asal Inggris ini, Ukurannya ada 2. Buat yang pernah melahirkan per vaginam dan atau berumur lebih dari 30 tahun serta untuk yang belum pernah melahirkan alias perawan, melahirkan by SC atau kurang dari 30 tahun.
Cara pakainya? Lihat ke sini ya.. Soalnya aku bingung jelasinnya haha…

Apa kesan pertama kali pakai? Aku grogi!
Haid saat itu ini rasanya datang lebih awal jadi aku gak ada persiapan mental 😁 Tetiba haid saat mau sholat Ashar. Towewewew! Aku diem dulu, mengumpulkan keberanian hingga jelang Maghrib, aku rebus MC ini selama 7 menit sebagai treatment pertama kali sebelum dipakai. Benar-benar kutungguin dan kumenitin karena jangan sampai gosong seperti cerita temanku 😂
Lalu masuk kamar mandi dengan sebelumnya baca basmalah dalam hati.
Nongkrong, lipat MC, dan ndredeg. Dalam hati masih reject, mosok bisa masuk sih? 😂
Kumasukkan dan hap! Agak ngganjel. Copot lagi, pasang dan tarraa…aneh. lipatannya belum kebuka sempurna.
Tetiba kebelet pipis. Kok susah keluar pee-nya kayak nabrak sesuatu…copot dan pasang lagi. Berasa kesedot. Copot lagi dan pasang, baru merasa nyaman. Saat terbuka di dalam tanda pas terpasang, agak bunyi plop! Perfect!

Eh iyaaa beneeer kayak gak pakai apa-apa loo…abis itu kubuat berangkat ke masjid ikut perayaan Maulid Nabi. Sepanjang acara, biasa aja tuh…Sesekali kulihat ke area itu, apa ada tanda dia bocor apa gimana, gak ada tuh 😍
Awalnya agak ngganjel dan sedikit kemeng (mungkin efek copot-pasang yg belum lihai).
Sampai rumah, tanpa dilepas lagi, berhasil pipis kayak biasanya. Yeeaay….Bolongannya beda, guys 😂 Dan gak perlu copot MC kalau mau pee. Mungkin karena letaknya sudah bener ya..di dalam membuka sempurna.
Saat kucopot lagi, sudah ada yg tersimpan dalam MC dan tinggal kukeluarkan, bilas dan pakai lagi deh…Asyiikknyaaaa 😍😍 Aku gak perlu mencuci menspad lagi..apalagi ini musim hujan. Keringnya lama 😁

Oh ya, untuk perawatan, setelah selesai haid, menscup dikeringkan dan dimasukkan kantong kain bawaan pabrik. Saat bulan depan akan dipakai, wajib disteril dengan cara direbus dalam air mendidih 2-3 menit. Selama pemakaian, saat memakai dan melepas, tangan wajib cuci pakai sabun dan menscup cukup kubersihkan pakai air mengalir. Selama ini jarang kucuci pakai sabun karena aku pikir akan memengaruhi kualitas dan kenyamanan saat dipakai.

Setahun berlalu dan semakin nyaman pakai menscup ini. Kalau habis mandi, bisa langsung keluar tanpa ribet cuci atau jemur-jemur. Atau ribut cari kertas bekas untuk membungkus pembalut. Juga, saat di luar rumah saat bepergian, gak perlu mbekal pembalut 😁
Sangat hemat waktu dan tenaga. Cocok buat pemalas macam aku ini wkwkwkkkk…

Saking nyamannya, kadang lupa kalau lagi haid. Dengar adzan, lalu wudhu, pakai mukena, dan tersadar kalau sedang udzur 😁
Pernah juga dipakai saat berenang. Biasa aja, gak lepas atau bocor. Tapi memang saat mau nyemplung kolam, mengosongkan isi cup dulu.

Jadi, kalau ada yang baca tulisanku ini dan sudah punya niat pakai menscup, semoga semakin bisa memantapkan hati untuk segera pakai ya…
Pesanku, belilah barang ori. Di marketplace banyak kutemui aneka merek dengan harga sangat rendah (dari aslinya). Aku gak bayangin sih, ada yang pakai dengan harga semurah itu karena vagina adalah organ berharga tubuh kita.
Jadi, masih takut pakai menstrual cup? 😉