Membantu Kucing Melahirkan

Spread the love

Sejak punya White Me, si kucing putih ras campuran embuh dan kampung, kami jadi menganggapnya sebagai anggota keluarga kelima. Ia adalah “adik” dari kakak-kakaknya yang manusia 😀 Meski hampir setahun bersama, aku begitu panik saat ia mau melahirkan!

23 Januari malam selepas Isya, saat aku dan anak-anak kruntelan di kasur sambil baca buku dan ngobrol, White Me ikutan nimbrung. Maunya nempel terus. Bahkan minta pangku, naik ke perutku. Beberapa kali kupindah tetep aja nempel aku.

Sampai kemudian Kaira bilang: “Bunda, lihat ada hitam-hitamnya,” sambil menunjuk ke anusnya. Langsung aku bangun dan campur aduk perasaanku. Feelingku mengatakan itu adalah petunjuk kucingku mau melahirkan tapi di sisi lain, aku takut karena ini akan menjadi pengalaman pertama kami membantu persalinan kucing. Jujur saja, selama ia hamil, belum pernah aku cari tahu bagaimana kucing berproses melahirkan. Untung suamiku sudah kelar urusan kerjaannya jadi beliau bisa ikutan handle lainnya sementara aku fokus nantinya pada persalinan Whiteme: ngelonin anak! hahaaaa

Itu sekitar jelang  jam 20.30. Lalu aku kirim WA kepada tetanggaku yang dulu memberi White Me. Katanya, cirinya persis dengan hal yang terjadi. Aku tanya-tanya juga soal bagaimana dengan ia yang kesakitan dan apa gak papa kalau hanya masuk di dalam kardus yang pas di tubuhnya.
Saat White Me sepertinya kontraksi, tubuhnya lemas banget. Ia gelisah puter-puter badan. Suaranya juga kecil. Bahkan matanya memandangku sambil keluar air mata. Yang kutangkap, ia sedang minta bantuanku. “Ya, aku tahu kamu mau lahiran…Gak papa, semoga kamu lahiran lancar, gangsar, selamat kamu dan anakmu ya,” jawabku sambil nangis dan mengelus tubuhnya.
Selama proses menunggu kelahiran, aku sambil baca-baca info dari sini dan lainnya di sini. Terima kasih ya sudah menuliskannya. Jadi sangat terbantu bagaimana mengurusnya dan bikin lebih tenang.

Memang ada ketakutan dalam proses persalinan sehingga mengharuskan ia operasi misalnya. Lalu aku tetap minta kontak dokter hewan terdekat seumpama ada hal darurat di luar kondisi normal. Terima kasih ya Bu Elida, sudah bantu banyak dengan dicereweti dan ditanyai ini itu saat malam persalinan Whiteme 🙂

Saat melahirkan anak pertama, kulihat hitam-hitam keluar dari lubang anusnya. Whiteme agak muter dua kali saat mengeluarkannya. Oh ternyata anaknya! Sungguh takjub dan gak percaya bisa lihat lahiran kucing sendiri hehe…Anak pertamanya lahir jam 21.05 WIB. Warnanya hitam! hahaa..Kaira seneng banget! Dia teriak: “Hore! Whiteme punya anak!” lalu berlari ke kamar membangunkan adiknya yang udah tidur duluan.

Setelah lahir, anaknya dijilati di bagian kepalanya dan muka. Lalu si bocah hitam ini uget-uget lalu jalan sempoyongan mencari puting induknya. Asyik banget lihat proses ini. Jadi ingat IMD/Inisiasi Menyusui Dini pada bayi manusia hahaa…Oya, saat lahir, kucing kecil dalam keadaan buta dan tuli. Jadi ia hanya mengandalkan penciumannya saja.

Sampai lalu aku tersadar melewatkan bagian yang tak teramati saat Kaira bilang: “Bunda, itu White Me makan apa? Baunya kok gitu..Yuck!” Oh my, itu ternyata yang disebut placentanya. Keluarnya gak bareng dengan janin tapi beberapa saat setelah melahirkan. Dan pas bagian ini aku gak lihat. Lalu kujelaskan pada Kaira, kalau placenta adalah persediaan makanan janin selama hidup dalam perut ibunya.

Jadi kucing akan makan placenta anaknya setelah melahirkan. Kalau kata kedua blog di atas tadi, kucing melakukan begitu agar anaknya tidak terdeteksi oleh predator selain placenta itu merupakan zat penuh gizi yang mampu mengembalikan vitalitas kucing melahirkan.

Proses kelahiran selanjutnya lebih woles, mengejan lebih pelan dan keluarlah yang kedua pukul 21.20 WIB. Nah kedua bocah kucing ini gak kelihatan bedanya saat berkumpul menyusu saat ditanya Kaira mana yang pertama dan kedua hahaa… Setelah anak keduanya lahir, Kaira kusuruh tidur karena sudah mendekati jam 22.

Anak ketiganya lahir 22.05 WIB. Sesaat melahirkan, White Me lemes banget. Anaknya agak dibiarkan setelah dilahirkan. Kulihat placentanya belum keluar juga hingga 15 menit kemudian.  White Me masih gelisah dengan beberapa kali pindah posisi meringkuk dan sesekali putar badan (perut di bagian atas). Ternyata dia begitu karena anak keempatnya akan lahir pukul 22.37 WIB. Seingatku, placenta ketiga belum dimakan. Mungkin sekalian setelah melahirkan yang keempat. 

Nah anak ketiga ini, ada bedanya. Bulunya dominan hitam dan ada warna kuning/oranye di bagian lainnya, Termasuk anak keempatnya, mukanya ada putih-putihnya dikit. Dan you know, cuman ini doang gen bulu putih halus lembut Whiteme yang diturunkan. Sisanya? Dari gen bapak kucing yang entah siapaaaaa aaarrrgghhh…Pasti sama kucing kampung yang berkeliaran di perumahanku…..

Lalu setelah melahirkan semuanya, Whiteme tertidur sejenak. Yang aku tidak tahu artinya adalah saat sembari berbaring, kedua kaki depannya digerakkan seperti mengayuh. Aku trenyuh gitu lihatnya.

Oya, setiap habis melahirkan, terutama dua anak pertamanya, Whiteme selalu menatap mataku sambil mengeong. Mungkin dia mau bilang kalau sudah melahirkan. “Iya, aku tahu kamu sudah melahirkn anakmu..Ayok semangat lanjut lagi,” kataku. 

Kusiapkan kardus lebih besar. Kardus berisi induk dan anaknya ini kupindahkan ke kardus lebih besar dan makanan, minuman air putih, dan susu UHT punya MIkhail. Lha punyanya itu hahaa… Sejak melahirkn anak keempatnya, Whiteme tidak beranjak dari tempatnya berbaring. Mungkin itu tanda dia mau istirahat. Termasuk aku hehe…Sekitar pukul 23.30, aku membersihkan diri: cuci tangan dan ganti baju. Kulihat sekali lagi, ternyata Whiteme nyaman meringkuk bersama anak-anaknya.

Keesokan paginya, Whiteme masih meringkuk dan saat tahu bangun, ia mengeong minta makan. Kuarahkan ke makanannya yang semalaman tidak disentuh dan pilihan pertamanya, ia minum susu UHT.

4 hari berlalu, Whiteme masih kurang lahap makannya. Ia gak mau makan nasi+pindang atau lele. Bahkan ekor lele goreng pun dicuekin. Hm,..Masih bingung ini sama kusui (kucing menyusui) satu ini haha..Tapi alhamdulillah, sejauh ini Whiteme perhatian dan sayang ke anaknya. Ia mau menyusui kapan pun saat anaknya mulai berisik mengeong. Tapi tetap ada kalanya Whiteme me time loo…Ia kadang keluar, sekedar leyeh-leyeh berjemur di jalan depan rumah tetangga yang rindang hahaa…

Semoga anak Whiteme juga ia selalu sehat. Rencananya anaknya akan divaksin dan Whiteme disteril biar tidak hamil lagi. Cuman untuk hal ini, masih belum tahu mau kemana. Tentu cari yang sesuai kantong kami ya hahaa…Konon, memvaksin dan menyeteril kucing harganya mahal :p Yang baca ini, boleh kasih info kalau ada subsidi vaksin dan steril ya…

Akhirnya, pengalaman menemani kucing melahirkan itu campur aduk rasanya. Mendebarkan dan seru! 😀 Lepas dari semua itu, kita harus tenang dan fokus. Mungkin ini pula yang menjadikan Whiteme lahiran normal dan lancar. Selagi punya waktu, cari tahu persiapan melahirkan dan bagaimana merawatnya. Rasa cinta yang kita miliki pasti akan dirasakan oleh peliharaan kita. Semoga dengan punya hewan peliharaan, hati kita jadi lebih lembut dan manusiawi ya 🙂