Icip-Icip Mie Ikan Bangka

Spread the love
Sebagai pecinta mie, ternyata pengetahuanku tentang mie belum banyak. Terbukti, gak pernah tau ada Mie Ikan Bangka sebelumnya hahaa…Selama di Malang ini, hanya kenal mie ayam Solo atau mie pangsit. Keduanya punya ciri khas yang beda dan di Malang relatif banyak penjual keduanya, Tapi mie Bangka, kayak gimana?

Ternyata mie Bangka adalah seperti mie ayam dengan isian lebih banyak 😀 Pakainya piring cekung, gak pakai mangkok hehe… Yang bikin beda, biasanya pakai ayam, ini mie pakai cacahan daging ikan tengiri dan telur rebus, Lengkap ya proteinnya.. Dan isian sayurnya ada irisan jamur kancing, kecambah pendek, dan sawi hijau, Tambahannya yaitu kerupuk pangsit yang krispi, bawang merah goreng, dan irisan daun bawang. Hmmmmm….

Kalau mie ayam Solo, kuah dan ayamnya cenderung manis legit. Kalau mie pangsit, kuahnya sering tidak berasa namun memunculkan rasa gurih kalau dicampur dengan mie, nah kuah Mie Bangka ini cenderung gurih dari kaldu ikan. Tapi rasanya lumayan segar, ringan, dan gak bau amis kok 🙂

Oya, mie Bangka ini ada di kios kecil ber-backdrop warna kuning di Jalan Kendalsari, Kota Malang. Kalau dari SMA 7 mengarah ke Suhat, kios ini ada di sebelah kanan jalan. Pakai sepeda motor saja ya kalau ke sini karena gak ada tempat parkir mobil. Kayaknya ini tempat yang jual pertama kali mie Bangka ya?

Di sini hanya jual menu mie dengan beda topping. Karena bareng sama Mikhail yang juga doyan mie, doi kupesankan Mie Ayam Biasa. Ojok larang-larang lah wkwkwkk….Ajaibnya, dia menyisakan 3 suapan saja. “Aku kenyang, Bunda,” jawabnya saat kuminta menghabiskan haha…. Untung aku bawa wadah kosong dan sisanya kubawa pulang. Mie yang dimakan MIkhail diberi kuah dalam mangkok kecil terpisah dan untungnya tidak dicampur di mangkoknya.

Oya, Mikhail tabah banget saat kularang dia makan karena makanannya mau difoto dulu wkwkwkk..Maaf ya Dek haha.. Setelah itu dia makan dengan lahap karena sudah bisa muterin garpu kalau makan mie. Kami makan sendiri-sendiri lah pokoknya…Untuk menu ini, aku gak sempat nyicip karena aku juga kekenyangan dengan menu pilihanku sendiri.

Untuk harga, buat di Malang, kayaknya lebih tinggi dari menu mie ayam pada umumnya. Tapi melihat ragam isiannya, harganya jadi wajar segitu sih menurutku. Jare wong Jowo, onok rego onok rupo (ada harga, ada barang) hehe…

Karena mie ini bawa nama Bangka, aku jadi pengen ke tempat mie ini berasal. Tentu mencoba makanan langsung di tempat aslinya pasti akan beda dan sepertinya lebih nikmat kan? 🙂 Dan apakah ada pembaca yang dari atau pernah ke Bangka dan benar ada menu Mie Ikan Bangka di sana? Jangan-jangan nanti kayak Nasi Padang yang gak ada di Padang? Hahaaa…